Sabtu, 18 Juli 2026, tim BISA Indonesia bersama Kanopi Indonesia dan KTH Wanapaksi yang didukung oleh ASAP melakukan pengecekan potensi lokasi dan material sarang di Dusun Gunungkelir, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana program adopsi habitat yang sedang dikembangkan oleh BISA Indonesia, Kanopi Indonesia dan KTH Wanapaksi di wilayah Jatimulyo. Kegiatan difokuskan pada area yang memiliki potensi keberadaan Sikatan cacing (Cyornis banyumas), khususnya dengan melakukan pengecekan terhadap tumbuhan Bambu dan Aren.
Hasil groundcheck di area Gondangho, Sepanggal, dan Gubuk Selang menemukan satu rumpun Bambu yang berpotensi menjadi lokasi bersarang Sikatan cacing (Cyornis banyumas) serta delapan tumbuhan Aren yang berpotensi menyediakan bahan penyusun sarang. Pendataan pemilik lahan juga dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan dan dukungan masyarakat terhadap program adopsi habitat.
Sebelumnya, KTH Wanapaksi telah menjalankan upaya konservasi melalui adopsi sarang sejak 2016 hingga 2025 dan berhasil mendukung 49 individu anak Sikatan cacing hingga terbang dari sarang. Berangkat dari pengalaman tersebut, perlindungan diperluas untuk menjaga area yang berpotensi mendukung keberadaan dan reproduksi Sikatan cacing.
Hasil kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun perlindungan habitat Sikatan cacing berbasis masyarakat. Selain berhasil mengidentifikasi Bambu dan Aren yang berpotensi diadopsi, tim juga memperoleh data pemilik lahan yang akan menjadi dasar untuk tahapan selanjutnya. Melalui kolaborasi antara kelompok masyarakat, organisasi konservasi, dan pemilik lahan, upaya perlindungan habitat diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih baik bagi keberadaan dan perkembangbiakan Sikatan cacing di Dusun Gunungkelir.
Penulis: Wildan Rizaldi
Editor: Raafi Nur Ali

