Selasa, 25 Agustus 2026—Muara Sungai Progo yang berada di pesisir Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu habitat penting bagi burung migran di sepanjang East Asian–Australasian Flyway (EAAF). Kawasan ini memiliki beragam habitat, mulai dari delta muara, gosong lumpur, laguna, hingga persawahan yang dimanfaatkan berbagai jenis burung pantai dan burung air untuk singgah, mencari makan, maupun beristirahat selama periode migrasi. Di tengah bentang pesisir Muara Sungai Progo, Kulon Progo aktivitas burung tidak selalu mudah terlihat oleh mata. Namun, suara yang mereka hasilkan dapat menjadi petunjuk penting untuk memahami keberadaan dan dinamika burung di kawasan ini.
Untuk memahami aktivitas burung secara lebih konsisten, BISA Indonesia terus mengembangkan pemantauan melalui pendekatan Passive Acoustic Monitoring (PAM) dalam program Locally-Led East Asian Flyway Acoustics (LEAFA). Pendekatan ini menggunakan Autonomous Recording Unit (ARU) untuk merekam suara burung secara kontinu. Rekaman tersebut kemudian menjadi sumber data akustik terstandar yang dapat mendukung pemantauan jangka panjang serta pengembangan metode deteksi burung secara otomatis.
Tahun 2026 menjadi tahun ketiga pelaksanaan LEAFA di Muara Sungai Progo. Setelah dua tahun sebelumnya membangun rangkaian data akustik dasar, kegiatan tahun ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pengumpulan data melalui siklus deployment, maintenance, dan pengambilan data secara berkala. Monitoring bulanan dilakukan untuk memastikan perangkat tetap berfungsi dengan baik sekaligus menjaga kontinuitas rekaman selama musim migrasi.
Enam ARU Ditempatkan di Dua Tipe Habitat
Pada 25 Agustus 2026, BISA Indonesia bersama PADAS melaksanakan deployment perangkat ARU di kawasan Muara Sungai Progo. Enam perangkat tersebut kemudian ditempatkan pada dua tipe habitat utama, yaitu muara dan persawahan. Empat perangkat ditempatkan di habitat muara, sementara dua perangkat lainnya ditempatkan di area persawahan. Penempatan pada dua habitat ini diharapkan dapat memberikan gambaran akustik dari lingkungan yang berbeda dan merepresentasikan dua tipe habitat utama bagi burung migran di kawasan Pantai Trisik.
Penulis: Wildan Rizaldi
Editor: Wildan Rizaldi

