Menyimak Suara Warga Kalipait: KAP Survey SafeNest Indonesia

By
Menyimak Suara Warga Kalipait: KAP Survey SafeNest Indonesia

Pada 11–23 Juni 2024, tim BISA Indonesia melalui program SafeNest Indonesia menggelar survei Knowledge, Attitude, Practice (KAP) di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Survei ini bertujuan menggali lebih dalam perilaku, pemahaman, dan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang dialog untuk merancang program yang benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.

Ada tiga tujuan utama dalam kegiatan ini: (1) memahami kebiasaan dan perilaku warga Desa Kalipait, (2) mengidentifikasi kebutuhan yang bisa dijawab lewat program SafeNest, dan (3) menilai sejauh mana masyarakat memahami keberadaan dan pentingnya Taman Nasional Alas Purwo (TNAP). Hasil survei ini menjadi fondasi dalam menyusun program pendampingan yang tepat guna dan berkelanjutan.

Menariknya, karena mayoritas warga Kalipait bekerja sebagai petani, pengumpulan data dilakukan pada malam hari saat mereka sudah kembali dari ladang. Dari berbagai wawancara, muncul kebutuhan mendesak untuk memperbaiki sistem irigasi dan sarana produksi pertanian di area hutan sewaan. Ini menandakan bahwa peningkatan produktivitas pertanian menjadi isu krusial bagi kesejahteraan warga.

Sementara itu, tren generasi muda yang tak lagi masuk ke hutan lindung atau TNAP membawa angin segar bagi konservasi. Namun, keterlibatan mereka dalam kegiatan ekonomi lokal masih sangat sedikit. Padahal, generasi muda punya potensi besar untuk mendorong inovasi dan membuka peluang baru di desa.

Survei juga mencatat partisipasi responden didominasi oleh laki-laki (85%) dibanding perempuan (15%). Meski begitu, semangat dukungan terhadap Program SafeNest Indonesia cukup tinggi, khususnya dari tokoh masyarakat dan kelompok ibu-ibu. Antusiasme ini menjadi bekal penting untuk membangun kerja sama jangka panjang—baik dalam upaya pelestarian lingkungan maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan TNAP.