Conserving migratory waterbirds and their habitat in Pangpang Bay Essential Ecosystem Area (EEA), Banyuwangi, East Java, Indonesia

By
Conserving migratory waterbirds and their habitat in Pangpang Bay Essential Ecosystem Area (EEA), Banyuwangi, East Java, Indonesia

Kawasan Teluk Pangpang merupakan salah satu kawasan Ekosistem Lahan Basah di Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi beberapa jenis burung air di pesisir Banyuwangi. Beberapa jenis diketahui memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat berkembang biak. Melalui dukungan pendanaan dari East Asia-Australia Flyways Partnership (EAAFP) Grant, kami akan melakukan pemantauan musim migrasi dan mengidentifikasi potensi potensi ancaman burung pantai di Teluk Pangpang , Banyuwangi. harapannya melalui kegiatan ini kami tidak hanya mendapatkan data jenis burung air namun juga jumlah, tren populasi, dan pola pergerakan lokal spesies burung air di Teluk Pangpang. Selain itu juga dapat mendokumentasikan bagaimana burung-burung merespon perubahan habitat mereka.

Pendekatan di tingkat masyarakat juga dilakukan untuk mendorong konservasi burung air melalui melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan kegiatan peningkatan kesadaran lainnya di sekolah dan universitas di daerah tersebut. hal tersebut penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran di masa depan terkait konservasi burung air dan habitatnya di Teluk Pangpang.

Kegiatan ini berlangsung dari bulan Oktober – Desember 2023. Kegiatan yang dilakukan antara lain pendataan jenis dan populasi burung Pantai di Teluk Pangpang, pengenalan jenis burung pantai kepada siswa SD di sekitar Teluk Pangpang, Pengenalan dan pengamatan burung pantai bersama mahasiswa dan pelajar di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan Pantai Cemara, Muncar , Banyuwangi.


Selama kegiatan terdata 43 spesies burung air dengan total 13.245 individu teramati. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 2 spesies burung pantai yang jumlahnya lebih dari 1% dari populasi EAAFP (East Asia-Australia Flyways Partnership), yaitu Gajahan penggala/Whimbrel (2,3%) dan Trinil pantai/Common Sandpiper (1,1%). Kegiatan pelatihan identifikasi dan pengamatan bersama yang dilakukan di UNTAG dan Pantai Cemara diikuti oleh 30 peserta. Selain itu, kegiatan pengenalan jenis burung pantai juga dilakukan untuk siswa di 5 SD yang ada di sekitar kawasan Teluk Pangpang. Total siswa yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 100 siswa. Siswa tersebut diajak untuk mengenal jenis burung pantai melalui permainan kartu dan gambar.