Teknologi dan Konservasi untuk Melindungi Burung Migran di Asia Timur

By
Teknologi dan Konservasi untuk Melindungi Burung Migran di Asia Timur

BISA Indonesia bersama K. Lisa Yang Center for Conservation Bioacoustics-Cornell Lab of Ornithology dan University Malaysia Terengganu, sebagai penyelenggara utama proyek LEAFA, telah mendapatkan dukungan dari Wildlabs.Net untuk menjalankan inisiatif konservasi selama satu tahun. Proyek ini bertujuan untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap fungsi ekosistem melalui pemantauan burung migran di jalur migrasi East Asian–Australasian Flyway (EAAF).

LEAFA (Locally-led East Asian Flyway Acoustics)

LEAFA adalah program konservasi regional yang mengembangkan jaringan pemantauan akustik berbasis komunitas di lima negara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Kamboja. Dengan memanfaatkan teknologi seperti AudioMoth dan perangkat lunak deteksi otomatis BirdNET dan SILIC, proyek ini merekam dan menganalisis suara burung migran untuk mengisi kesenjangan data yang selama ini menghambat upaya konservasi.

Selain aspek teknologi, LEAFA menekankan pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas lokal dalam setiap tahap penelitian, mulai dari pengumpulan data sampai dengan analisanya. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas lokal, tetapi juga memastikan bahwa konservasi burung migran relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dengan dukungan dari Wildlabs.Net, proyek ini akan memperluas jangkauan pemantauan, meningkatkan akurasi model deteksi suara, dan membangun dataset akustik yang dapat diakses secara terbuka. LEAFA menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan kolaborasi lintas negara dapat memperkuat konservasi berbasis bukti di tengah tantangan perubahan iklim.