Ketika Anak Muda Kalipait Menjawab Panggilan Alam: Merintis Wisata Berkelanjutan di Ujung Timur Jawa

By
Ketika Anak Muda Kalipait Menjawab Panggilan Alam: Merintis Wisata Berkelanjutan di Ujung Timur Jawa

Di sudut timur Pulau Jawa, tersembunyi sebuah cerita inspiratif dari Desa Kalipait, Banyuwangi. Dikenal sebagai desa penyangga Taman Nasional Alas Purwo—kawasan konservasi tertua di Jawa—Kalipait kini bersinar bukan hanya karena letaknya yang strategis, tetapi karena semangat anak-anak mudanya dalam merawat alam melalui pariwisata berkelanjutan.

Mereka menamakan diri Purwo Kreatif, sekelompok pemuda desa yang kini bergerak bersama lewat pendampingan dari BISA Indonesia dalam program SafeNest Indonesia. Yang dulu hutan hanya dianggap sumber daya, kini mereka pahami sebagai warisan yang harus dijaga. Melalui pariwisata, mereka memperkenalkan desa mereka sekaligus menyuarakan pentingnya konservasi.

Bertumbuh Lewat Pendampingan, Bergerak dengan Gagasan

Transformasi ini tak terjadi dalam semalam. Dimulai dari pendekatan sosial dan pemetaan potensi desa secara partisipatif, BISA Indonesia mengajak para pemuda Kalipait menggali minat mereka dan menghubungkannya dengan potensi lokal. Ternyata, banyak yang tertarik pada dunia wisata dan kreativitas—hanya saja belum ada arah dan ruang untuk berkembang. Di sinilah peran Purwo Kreatif lahir.

Dari Belajar Jadi Pelaku: Wisata, Alam, dan Budaya Jadi Satu

Proses pendampingan dilakukan lewat pelatihan intensif dan menyenangkan: mulai dari dasar kelembagaan, prinsip konservasi, kepemanduan, storytelling budaya, hingga cara mengelola media sosial dan promosi wisata. Bukan sekadar teori, pelatihan dilakukan langsung di alam, menyusuri hutan, menggali cerita rakyat, hingga memetakan jalur pengamatan burung.

“Awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang pariwisata. Tapi ternyata, wisata bisa jadi cara menjaga alam dan mengenalkan budaya kami,” ujar Dimas, Ketua Purwo Kreatif.

Kini, Purwo Kreatif sedang menyiapkan paket-paket wisata yang tak hanya menyuguhkan panorama alam, tapi juga pengalaman edukatif dan budaya. Mulai dari birdwatching di lahan pertanian, jelajah kampung berbasis cerita rakyat, hingga workshop produk UMKM lokal—semuanya dirancang untuk menciptakan dampak ganda: pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah Kecil, Mimpi Besar

Membangun wisata berkelanjutan bukan perkara mudah. Butuh kolaborasi lintas pihak dan konsistensi dalam menjaga semangat. Tapi anak muda Kalipait membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan pendampingan yang tepat, mereka tumbuh menjadi pelaku utama dalam gerakan konservasi.

Desa Kalipait kini tak lagi hanya menjadi penyangga Taman Nasional Alas Purwo secara ekologis, tapi juga menjadi penjaga semangat konservasi yang hidup di tengah masyarakat. Melalui Purwo Kreatif, kita belajar bahwa alam bisa dijaga, budaya bisa dikenalkan, dan pemuda bisa memimpin perubahan.