Locally-Led East ASIA Flyway Acoustic (LEAFA) Program

By
Locally-Led East ASIA Flyway Acoustic (LEAFA) Program

Harnessing Emerging Technologies to Understand the Impacts of a Changing Planet on Ecosystem Function of Migratory Birds in the East-Asian Australasian Flyway

Visi Bersama
Jalur Terbang Asia Timur–Australasia (East Asian–Australasian Flyway / EAF) merupakan salah satu rute migrasi burung paling beragam di dunia. Sayangnya, banyak spesies burung migran di jalur ini yang kini terancam punah akibat tekanan gabungan dari perburuan liar dan hilangnya habitat. Kurangnya pengetahuan dasar tentang ekologi burung-burung di EAF dan penyebab utama penurunan populasinya semakin diperparah oleh dampak perubahan iklim. Meski kemajuan teknologi akustik dan pembelajaran mesin telah meningkatkan kemampuan pemantauan burung migran, teknologi ini masih cenderung dikembangkan untuk spesies di wilayah beriklim sedang seperti Amerika Utara, sehingga belum sepenuhnya efektif dan mudah diakses di kawasan Asia Tenggara.

Tujuan Program
Program Migrasi LEAFA (Locally-led East Asian Flyway Acoustics) bertujuan untuk membangun program konservasi burung migran di EAF melalui pendekatan riset partisipatif yang dipimpin secara lokal. Melalui program ini, kami meletakkan dasar bagi terbentuknya jaringan regional yang kuat dalam pemantauan akustik spesies migran.

Kami berkomitmen untuk:

  • Membangun program pemantauan jangka panjang
  • Menetapkan tolak ukur penggunaan pembelajaran mesin untuk lebih banyak spesies
  • Menganalisis pola spasial dan temporal menggunakan data akustik

Inovasi dan Dampak
Proyek ini membawa potensi besar untuk berkontribusi pada pengembangan teknologi konservasi secara global. Melalui kerja sama dengan pengembang BirdNET dan SILIC, kami membantu meningkatkan akurasi identifikasi spesies burung secara otomatis. Klip suara yang telah diberi label akan dibagikan secara terbuka melalui platform sains warga eBird, sementara data mentah akan disimpan di repositori cloud seperti Google Cloud Storage.

Lebih dari itu, pendekatan berbasis lokal kami menekankan pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas, menjadikannya model yang dapat direplikasi di wilayah lain yang ingin melibatkan pemangku kepentingan lokal dalam kerja konservasi.

Program ini didukung oleh Wildlabs The Conservation Technolohy Network, K.Lisa Yang Center for Conservation Bioacoustics Cornell labs of Ornithology, dan University Malaysia Terengganu.