Mendengar "Obrolan" Burung Migran di Pantai Trisik Melalui Bioakustik

By
Mendengar "Obrolan" Burung Migran di Pantai Trisik Melalui Bioakustik

Februari 2026–Sebuah proyek sains mutakhir yang memadukan pelestarian alam dan kecanggihan teknologi, baru saja selesai dikerjakan di kawasan Pantai Trisik dan Muara Sungai Progo, Desa Banaran (Kecamatan Galur) dan Desa Bugel (Kecamatan Panjatan), Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Selama periode November 2025 hingga Februari 2026, Alfi Anggraeni selaku Assistant Data Analysis Program LEAFA (Locally-Led East Asian Flyway Acoustics) disibukkan dengan proyek analisis data bioakustik berskala besar. Menggunakan metode Passive Acoustic Monitoring (PAM), tim memasang perangkat rekam otomatis di sepanjang Pantai Trisik dan Muara Sungai Progo untuk mendengarkan “obrolan” ribuan burung migran yang singgah di sana. Catatan dari balik layar pengerjaan Output LEAFA menunjukkan tantangan seru di lapangan. Sistem BirdNet Analyzer GUI atau perangkat lunak bioakustik berbasis Artificial Intelligence (AI) dari Cornell Lab of Ornithology sering kali mendeteksi internal noise. Seperti suara angin pesisir hingga deburan ombak yang terdeteksi sebagai suara burung, sehingga tim harus jeli melakukan kurasi manual demi memisahkan data asli dari sinyal palsu (false positive). 

 

Setelah mencocokkan kemunculan di atas 30 potongan suara dengan data pengamatan visual berdurasi total 43 jam berbasis eBird, analisis ini sukses memvalidasi kehadiran puluhan spesies burung. Di antaranya adalah burung pengelana tangguh seperti Cikrak kutub (Arctic Warbler), Trinil kaki-hijau (Common Greenshank), Cerek besar (Black-bellied Plover), hingga burung penetap lokal seperti Cabak kota (Savanna Nightjar) yang berhasil terdokumentasikan dengan tingkat presisi tinggi. 

 

Proyek ini membuahkan capaian penting berupa tersusunnya basis data kehadiran spesies yang valid, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam peta pemantauan jalur terbang migrasi Asia Timur–Australasia. Sebagai langkah lanjutan, direkomendasikan untuk mengelompokkan arsip suara true positive dan false positive secara lebih mendetail guna memetakan bias skor di masa mendatang agar proses verifikasi berikutnya bisa berjalan lebih kilat. Harapan besarnya, data berbasis bukti (evidence-based data) yang dikumpulkan secara terukur di Pantai Trisik ini dapat terus memperkaya basis data regional East Asian-Australasian Flyway (EAAF), sekaligus menginspirasi langkah nyata dalam menjaga ruang aman bagi benteng pertahanan terakhir burung-burung migran dunia. 

 

Penulis: Raafi Nur Ali

Penyunting: Pius Erlangga