Rabu, 16 September 2026-BISA Indonesia melalui Program SAFENEST Indonesia bersama Kelompok Madu Sehat yang didukung oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo melaksanakan kegiatan Pelatihan Pecah Koloni Lebah Kelanceng di Kalipait, Tegaldlimo, Banyuwangi. Lebah kelanceng merupakan lebah tanpa sengat yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari penghidupan berkelanjutan masyarakat. Selain menghasilkan madu dengan karakteristik rasa yang khas, lebah berukuran kecil ini juga berperan dalam penyerbukan tanaman. Untuk mendukung pengelo
laannya, maka kegiatan ini memiliki tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola serta mengembangkan koloni lebah kelanceng melalui pemaparan materi dan praktik bersama narasumber.
Pelatihan membahas berbagai aspek penting dalam budidaya lebah kelanceng, mulai dari struktur dan siklus hidup koloni, kebutuhan pakan, kalender pembungaan, ukuran dan pengelolaan stup, hingga teknik pemindahan, pengembangan koloni, serta pemanenan dan penyimpanan madu. Peserta juga mempelajari pentingnya mengenali keberadaan ratu, menjaga kesehatan koloni, dan memastikan ketersediaan sumber pakan berupa serbuk sari, nektar, dan getah dari lingkungan sekitar. Dalam diskusi, penyusunan kalender pembungaan menjadi salah satu langkah yang perlu ditindaklanjuti, disertai penanaman tumbuhan yang mendukung kebutuhan pakan lebah sepanjang tahun. Pengelolaan yang tepat diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan koloni sekaligus mendukung kualitas madu yang dihasilkan.
Melalui kegiatan ini, Kelompok Madu Sehat diharapkan mampu menerapkan teknik pengelolaan dan pemindahan koloni secara tepat, serta mengembangkan budidaya lebah kelanceng secara berkelanjutan. Penyusunan kalender pembungaan dan penanaman sumber pakan menjadi langkah lanjutan yang penting untuk mendukung pertumbuhan koloni. Ke depan, budidaya lebah klanceng juga berpotensi dikembangkan sebagai sarana wisata edukasi yang memperkenalkan manfaat lebah dan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat, termasuk anak-anak. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengelolaan yang semakin baik, lebah kelanceng diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat penghidupan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Penulis: Wildan Rizaldi
Editor: Wildan Rizaldi

