Sinergi Patroli BISA Indonesia dan TNAP Jaga Kelestarian Hutan Alas Purwo

By
Sinergi Patroli BISA Indonesia dan TNAP Jaga Kelestarian Hutan Alas Purwo

Sepanjang Mei 2026–Misi perlindungan alam yang penuh tantangan, sukses dilaksanakan melalui aksi patroli terpadu dan pemantauan satwa liar di jantung Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Jawa Timur. Kolaborasi apik antara petugas TNAP (termasuk POLHUT, PEH, dan MMP) dan tim BISA Indonesia yang bahu-membahu membelah lebatnya hutan tropis dalam dua gelombang perjalanan, yaitu pada 58 Mei dan 1821 Mei.

Tim bergerak menyisir grid-grid terpencil mulai dari kawasan Gunung Linggamanis hingga pesisir Parang Gedek yang eksotis. Kekompakan luar biasa yang terbangun antar personel di sela-sela trekking yang menguras fisik, mereka aktif berdiskusi dan berbagi ruang evaluasi demi meningkatkan kapasitas diri sebagai garda terdepan penjaga kelestarian hutan.

Melalui petualangan susur hutan yang menggugah adrenalin, tim patroli berhasil menuntaskan misi penjelajahan di seluruh petak target dan mendokumentasikan data inventarisasi keanekaragaman hayati yang melimpah. Berbagai jenis burung eksotis dan khas seperti Takur tulung-tumpuk, Paok pancawarna, Julang emas, dan Elang-laut perut-putih berhasil terdata dengan baik. Kerennya lagi, tim sukses mengidentifikasi titik krusial yang mengindikasikan keberadaan burung pemangsa lambang negara Indonesia yaitu burung Elang jawa, di daerah Gunung Linggamanis dan Pasir Panjang. Namun, hasil patroli ini juga mengkonfirmasi adanya tantangan nyata di lapangan. Di beberapa petak, tim menemukan indikasi gangguan berupa bekas pondok, sisa api unggun, sampah plastik, hingga perangkap jerat yang dibuat pemburu dari bahan alami dihutan. Di sisi lain, wilayah pesisir terpantau aman terkendali, yang mana hanya dijumpai beberapa pondok pendarung (pencari hasil laut) lokal yang memang sudah terdata resmi oleh petugas taman nasional. 

Keberhasilan kegiatan patroli ini melahirkan beberapa rekomendasi penting ke depan untuk memperkuat efektivitas pengawasan lapangan. Tim perlu pelatihan berkala mengenai mountaineering serta navigasi darat yang lebih matang, plus penyusunan buku panduan lapangan resmi flora dan fauna khas Taman Nasional Alas Purwo. Harapan besarnya, sinergi erat antara BISA Indonesia dan Balai TNAP ini tidak hanya berhenti pada pendokumentasian data, tetapi dapat terus berlanjut secara konsisten. Dengan pengawasan yang semakin masif dan intens, segala bentuk aktivitas perburuan liar dapat ditekan sehingga ekosistem hutan tetap seimbang dan surga keanekaragaman hayati di ujung timur Pulau Jawa tetap lestari bagi generasi masa depan.

 

Penulis: Raafi Nur Ali

Penyunting: Pius Erlangga