Menyediakan "Rumah Aman" Bagi Burung Sikatan Cacing di Jatimulyo

By
Menyediakan "Rumah Aman" Bagi Burung Sikatan Cacing di Jatimulyo

Upaya pelestarian burung Sikatan cacing (Cyornis banyumas) terus digalakkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 7 dan 8 Januari 2026 telah dilaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan sarang buatan yang merupakan sinergi tiga lembaga antara BISA Indonesia, KTH Wanapaksi, dan Yayasan Kanopi Indonesia. 

Kenapa harus pembuatan sarang?

Pembuatan sarang sebagai respons atas terbatasnya lubang alami yang aman bagi burung Sikatan cacing untuk berkembang biak di habitat aslinya. Pembuatan dan pemasangan sarang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan burung Cyornis banyumas dalam proses bersarang di alam liar. 

Proses pembuatan sarang dimulai dengan memanfaatkan bambu sepanjang 2,5 meter. Tim melubangi satu dua ruas bagian atas pada setiap batang bambu sebagai pintu masuk burung. Uniknya, tim tidak hanya menggunakan bambu; mereka juga melakukan pelubangan pada dinding batu di wilayah-wilayah strategis. Inovasi ini dilakukan karena berdasarkan pengamatan lapangan, burung Cyornis banyumas diketahui tidak hanya bersarang di vegetasi, tetapi sering memanfaatkan celah bebatuan untuk bertelur.

Selama dua hari pengerjaan, tim berhasil memasang total 13 sarang bambu dan 8 lubang sarang di batu pada lokasi yang telah dipetakan sebagai habitat aktif. Penyediaan sarang buatan yang menyerupai kondisi alami ini bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan bersarang (nesting success) secara signifikan. Dengan adanya “rumah” yang aman dan strategis, diharapkan populasi burung Cyornis banyumas di Dusun Gunung Kelir dapat meningkat secara perlahan, menjaga kelestarian melodi alam di kawasan ramah burung Jatimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta