Mei 2026 – BISA Indonesia terus melaksanakan kegiatan monitoring dan pendataan burung secara berkelanjutan untuk pengembangan wisata berbasis alam. Pengamatan dilakukan di tiga lokasi potensial, yaitu Kucur Mas dan Jedingan di Resort Kucur, Seksi Pengelolaan Wilayah II Muncar, Taman Nasional Alas Purwo, serta Gunting di kawasan Perum Perhutani. Selain untuk mendokumentasikan keanekaragaman jenis burung, data yang dikumpulkan menjadi landasan penting dalam mengidentifikasi lokasi-lokasi yang layak dikembangkan sebagai destinasi avitourism berbasis konservasi.
Lebih dari sekadar kegiatan inventarisasi satwa, monitoring ini juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dan regenerasi pegiat konservasi. Salah satu anggota tim BISA Indonesia,yaitu Ali Fitriyanto, yang sebelumnya mendapatkan pendampingan melalui Program SafeNest, kini dipercaya menjadi leader lapangan dalam kegiatan monitoring. Ali turut mendampingi mahasiswa magang dari Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dalam kegiatan pengamatan burung di lapangan bersama BISA Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal dan dunia akademik, sehingga tercipta lebih banyak individu yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
Hasil yang diperoleh pun semakin memperkuat pentingnya monitoring secara berkelanjutan. Selama Kuartal II, tim BISA Indonesia berhasil menginventarisasi 81 jenis burung, meningkat signifikan dibandingkan 26 jenis yang tercatat pada Kuartal I. Secara kumulatif, sebanyak 91 jenis burung berhasil terdata sepanjang semester pertama Tahun 2026. Informasi ini menjadi dasar dalam menentukan lokasi pembangunan bird hide, menyusun paket wisata birdwatching, hingga mengembangkan materi interpretasi bagi calon pemandu wisata. Ketiga lokasi pengamatan menunjukkan potensi habitat yang sangat baik bagi berbagai jenis burung. Dengan monitoring yang dilakukan secara konsisten, data yang dihasilkan tidak hanya memperkaya informasi tentang keanekaragaman burung di Alas Purwo, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun avitourism yang bertanggung jawab sekaligus mendukung upaya konservasi jangka panjang.
Penulis: Wildan Rizaldi
Reviewer Program Manager: Sungkono
Penyunting: Raafi Nur Ali

