Mencetak Kader Konservasi Pemuda Jatimulyo

By
Mencetak Kader Konservasi Pemuda Jatimulyo

Sepanjang Bulan April 2026-BISA Indonesia bersama KTH Wanapaksi menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bertema “Pengenalan Cara Identifikasi Jenis Burung” yang bertempat di Omah Naungan Kopi Sulingan, Gunung Kelir, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 12 kader muda ini merupakan bagian dari pembentukan program “Pusat Pendidikan Masyarakat” sekaligus langkah nyata untuk memperkuat regenerasi kader konservasi tingkat tapak. Inisiatif tersebut diambil demi mengatasi penurunan populasi avifauna di Jatimulyo dan khususnya burung Sikatan cacing (Cyornis banyumas), satwa endemik Jawa yang kini berstatus sangat terancam punah akibat maraknya penangkapan ilegal dalam dua dekade terakhir.

Dalam forum diskusi tersebut, para kader muda diberikan pemaparan mendalam mengenai teknik identifikasi burung berdasarkan perbedaan ciri fisik dan pengenalan berbagai jenis burung yang dapat dijumpai di wilayah Jatimulyo. Metode identifikasi visual ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan pemuda setempat terhadap perlindungan burung dan habitatnya. 

Langkah pembentukan pusat edukasi ini dipandang sangat krusial, mengingat Desa Jatimulyo merupakan satu-satunya lokasi di Indonesia yang memiliki program konservasi mandiri untuk burung Sikatan cacing sejak tahun 2016 melalui skema adopsi sarang. Dedikasi konsisten dari masyarakat setempat telah membuahkan hasil nyata, hingga tahun 2025 tercatat sebanyak 53 individu baru berhasil terbang ke alam liar. Kedepannya, program ini diharapkan dapat menjangkau guna memastikan keberlanjutan konservasi serta melindungi kekayaan hayati yang tersisa di Pulau Jawa.

Penulis: Raafi Nur Ali

Penyunting: Pius Erlangga