Rabu, 15 April 2026–Langkah awal penting untuk menjaga kelestarian alam Banyuwangi, resmi dimulai melalui agenda audiensi dan penguatan jejaring pendidikan konservasi di SMAN 1 Tegaldlimo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebagai wilayah penyangga Taman Nasional Alas Purwo (TNAP). Diprakarsai oleh BISA Indonesia yang bekerja sama dengan pihak TNAP, pertemuan ini disambut langsung oleh bapak Bharis selaku Kepala Sekolah dan bapak Banda selaku Ketua Komite Sekolah. Catatan menarik dalam pertemuan ini adalah adanya potensi luar biasa dari sekitar 1.004 siswa siap dilibatkan secara aktif sebagai agen perubahan dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pelestarian lingkungan.
Kolaborasi ini lahir sebagai respons atas tingginya tantangan konservasi di Pulau Jawa karena maraknya alih fungsi hutan, perburuan liar, dan pemeliharaan burung kicau hasil tangkapan alam yang kian masif. Hasil dari pertemuan perdana ini pun membuahkan kesepakatan positif yaitu pihak SMAN 1 Tegaldlimo memberikan dukungan penuh dan menyambut terbuka rencana implementasi Program SafeNest Indonesia. Melalui audiensi ini, tim berhasil merancang draf awal program edukasi, mulai dari pemberian materi di dalam kelas, kegiatan praktik langsung di lapangan, hingga pengembangan ekstrakurikuler khusus berbasis konservasi yang mengintegrasikan muatan lokal seputar TNAP.
Melalui pondasi kerjasama jangka panjang yang telah terbentuk, program edukasi ini tidak sekedar menjadi kegiatan formalitas, melainkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan berbasis lingkungan sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli pada alam. Kedepannya BISA Indonesia akan menekankan pentingnya penyusunan rencana kerja yang mendetail, penunjukan guru pendamping sebagai focal point, serta penyusunan modul edukasi yang kontekstual dengan kondisi Taman Nasional Alas Purwo. Harapan besarnya, sekolah SMAN 1 Tegaldlimo dapat menjadi mitra strategis dalam menginspirasi generasi muda di desa penyangga Taman Nasional agar selanjutnya tidak ada lagi eksploitasi burung liar, dan keanekaragaman hayati nusantara dapat terjaga secara berkelanjutan.
Penulis: Raafi Nur Ali
Penyunting: Pius Erlangga

