Monitoring Keanekaragaman Hayati Terumbu Karang Dan Ikan Karang Di Bangsring Oleh PT. Pertamina Patra Biaga Integrated Teriminal Tanjung Wangi 2024

BISA Indonesia bersama PT. Pertamina Patra Niaga IT Tanjung Wangi telah bekerjasama sejak tahun 2018 untuk melakukan pendataan keanekaragaman hayati yang ada di Banyuwangi. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah…

Mahasiswa Princeton Belajar Budaya dan Konservasi Indonesia di Banyuwangi

Setelah perjalanan empat belas jam menggunakan kereta api dari Yogyakarta, pada tanggal 10 September 2019 delapan orang mahasiswa Princeton University (USA ) menapakkan kaki di Banyuwangi bersama 3 orang pendampingnya.…

Membangun Desa Wisata Ketapang Berbasis Masyarakat

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak diujung timur Pulau Jawa. Banyuwangi memiliki luas wilayah ±5.782 km2 yang menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten terluas di Provinsi…

ASIAN WATERBIRD CENSUS BANYUWANGI

Ribuan sukarelawan di seluruh Asia dan Australasia di setiap Januari mengunjungi lahan basah di negara mereka dan menghitung burung air. Program ilmu warga inilah yang dinamakan Asian Waterbird Census (AWC). AWC adalah bagian integral dari program pemantauan burung air global, International Waterbird Census (IWC), yang dikoordinasikan oleh Wetlands International. Ini berjalan secara paralel dengan program regional lainnya dari Sensus Burung Air Internasional di Afrika, Eropa, Asia Barat, Neotropik dan Karibia.

Pada bulan Januari 2019, BISA Indonesia bersama masyarakat Banyuwangi melaksanakan kegiatan pengamatan burung air di Pantai Cemara. Melalui kegiatan ini, BISA Indonesia mengajak masyarakat Banyuwangi mengenal Asian Waterbird Census. Kegiatan ini mendapat antusias menarik di kalangan masyarakat banyuwangi khususnya civitas akademika, pecinta lingkungan, dan penggiat burung itu sendiri tentunya.

Burung air sendiri adalah salah satu indikator utama kesehatan lahan basah. Lahan basah merupakan tempat yang menyediakan habitat makan, istirahat, tempat bertengger, dan mencari makan untuk jenis-jenis burung air ini. Oleh karenanya informasi mengenai burung air ini sangat diperlukan sebagai sumber data ekosistem. Informasi yang dihasilkan digunakan untuk mengidentifikasi tindakan konservasi seperti apa yang tepat untuk menjaga kestabilan lahan basah dalam program nasional.

Direktur Eksekutif BISA Indonesia Asman Adi yang juga merupakan penggiat burung nusantara, jenis-jenis dan jumlah burung yg ditemui di Pantai Cemara mengalami penurunan dibandingkan pengamatan sebelumnya. Hal ini dimungkinkan karena masa pengamatan sebelumnya berada pada masa breeding (kawin) sehingga jenis dan jumlah yang ditemui banyak. Jenis yang ditemui tersebut antara lain cekakak, rajaudang, cerek, blekok, kuntul, dan trinil.

Kepedulian terhadap burung burung air ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan di sekitar manusia khususnya peran burung burung di lingkungan masyarakat banyuwangi sebagai biomonitoring lingkungan.